0
29

DPC FKDT Kota Blitar menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) VII sebagai ajang menggali bakat, memperkuat sportivitas dan ukhuwah, sekaligus menyiapkan santri terbaik untuk melanjutkan perjuangan pada PORSADIN VII Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 di Kabupaten Lumajang.


PORSADIN VII KOTA BLITAR 2026

BLITAR — Semangat prestasi santri Madrasah Diniyah kembali bergelora. Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kota Blitar menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) VII Tingkat Kota Blitar, Minggu, 26 Juli 2026.

Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Jalan Ciliwung Nomor 56, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

PORSADIN VII Kota Blitar menjadi ruang aktualisasi bagi santri Madrasah Diniyah untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan.

Tidak sekadar mencari juara, kegiatan ini membawa semangat besar:

“Siap Bertanding, Raih Prestasi, Bawa Nama Baik Diniyah!”

PORSADIN juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri, disiplin, sportivitas, kreativitas, serta mempererat ukhuwah antar-santri dan antar-Madrasah Diniyah di Kota Blitar.

Sinergi FKDT, Kementerian Agama dan Pemerintah Kota Blitar

Pelaksanaan PORSADIN VII Kota Blitar menunjukkan kuatnya sinergi berbagai unsur dalam melakukan pembinaan pendidikan diniyah.

Dalam publikasi resmi kegiatan, PORSADIN VII Kota Blitar membawa identitas DPC FKDT Kota Blitar, Kementerian Agama Kota Blitar, dan Pemerintah Kota Blitar.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Madrasah Diniyah memiliki posisi strategis dalam membangun fondasi keagamaan, akhlak dan karakter generasi muda.

Melalui PORSADIN, kemampuan santri yang selama ini tumbuh dan berkembang di ruang-ruang pembelajaran Madrasah Diniyah memperoleh panggung yang lebih luas.

Santri tidak hanya diajak tekun belajar dan mengaji, tetapi juga didorong untuk berani tampil, berkompetisi secara sehat dan menghasilkan prestasi.

Tiga Kelompok Lomba, Puluhan Santri Unjuk Kemampuan

PORSADIN VII Kota Blitar mempertandingkan berbagai cabang yang dikelompokkan dalam bidang olahraga, seni dan keagamaan.

Cabang Olahraga

Tiga cabang olahraga dipertandingkan, yaitu:

Lari 100 meter, bulu tangkis, dan tenis meja.

Melalui cabang olahraga, para santri tidak hanya berkompetisi dalam kemampuan fisik, tetapi juga belajar tentang ketangguhan, kedisiplinan, konsentrasi serta menjunjung tinggi fair play.

Cabang Seni

Bidang seni menjadi salah satu kelompok perlombaan dengan ragam cabang yang cukup banyak, meliputi:

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Kaligrafi, Menggambar, Mewarnai, Shalawat Tunggal, Muhafazhah Nadzam Alala, serta Muhafazhah Nadzam Aqidatul Awam.

Cabang-cabang tersebut memberi ruang kepada santri untuk menampilkan kemampuan seni, bahasa, hafalan, kreativitas dan kecintaan terhadap khazanah pendidikan Islam.

Kompetensi Keagamaan Tetap Menjadi Kekuatan Utama

Sebagai ajang yang lahir dari ekosistem Madrasah Diniyah, kompetensi keagamaan tetap mendapatkan posisi penting.

PORSADIN VII Kota Blitar mempertandingkan antara lain:

Cerdas Cermat Diniyah, Musabaqah Qira’atil Kutub, Adzan, serta Murattal wa Imla’.

Cabang-cabang tersebut memperlihatkan karakter khas pendidikan diniyah.

Kemampuan santri dalam memahami ilmu agama, membaca kitab, Al-Qur’an, hafalan hingga kecakapan dasar keagamaan dipertemukan dengan suasana kompetisi yang sehat dan edukatif.

Dengan demikian, prestasi PORSADIN tidak hanya dilihat dari kemampuan memperoleh medali atau piala, tetapi juga dari proses membangun santri yang cerdas secara spiritual, intelektual, emosional, sekaligus memiliki mental kompetitif yang sehat.

Menjadi Ajang Penjaringan Santri Terbaik Kota Blitar

PORSADIN tingkat Kota Blitar juga mempunyai fungsi strategis sebagai bagian dari proses pembinaan santri berprestasi.

Santri-santri yang menunjukkan kemampuan terbaik memiliki peluang untuk dipersiapkan membawa nama Kota Blitar menuju jenjang PORSADIN yang lebih tinggi.

Karena itu, setiap pertandingan mempunyai arti penting.

Di balik seorang santri yang tampil terdapat proses panjang pembinaan oleh guru Madrasah Diniyah, pengasuh, kepala Madrasah, orang tua, serta jajaran FKDT.

Prestasi santri pada akhirnya juga menjadi prestasi lembaga dan daerah.

Dari Kota Blitar Menuju PORSADIN Jawa Timur di Lumajang

PORSADIN VII Kota Blitar menjadi semakin strategis karena pada tahun yang sama akan berlangsung PORSADIN VII Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Kabupaten Lumajang.

Agenda tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung 25–27 September 2026. Situs resmi PORSADIN VII FKDT Jawa Timur juga menegaskan Lumajang sebagai lokasi penyelenggaraan PORSADIN VII Provinsi Jawa Timur 2026.

Dengan demikian, PORSADIN Kota Blitar bukanlah titik akhir perjalanan para juara.

Justru dari arena inilah santri-santri terbaik Kota Blitar mulai dipersiapkan untuk menghadapi kontingen terbaik dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Kompetisi di tingkat kota menjadi ruang untuk melihat kemampuan teknis, kesiapan mental, kedisiplinan dan daya juang peserta sebelum masuk pada kompetisi yang lebih ketat di tingkat provinsi.

Lumajang Menanti Kafilah Kota Blitar

Pada September mendatang, Kabupaten Lumajang akan menjadi tempat berkumpulnya kafilah PORSADIN dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Petunjuk teknis PORSADIN VII Jawa Timur menyebut kegiatan tingkat provinsi diarahkan untuk menggali dan mengembangkan potensi santri Madrasah Diniyah, membangun silaturahmi antarlembaga, serta memperkuat posisi pendidikan diniyah dan organisasi FKDT.

Kafilah Kota Blitar tentunya diharapkan hadir tidak sekadar sebagai peserta.

Prestasi yang lahir dari PORSADIN VII Kota Blitar menjadi modal untuk menyiapkan perwakilan terbaik yang mampu membawa nama baik Madrasah Diniyah dan Kota Blitar di pentas Jawa Timur.

Karena itu, pembinaan tidak berhenti setelah perlombaan tingkat kota berakhir.

Para juara perlu terus memperoleh pendampingan dan penguatan agar kemampuan yang mereka miliki semakin matang ketika memasuki arena tingkat provinsi.

PORSADIN, Panggung Prestasi Santri Diniyah

PORSADIN memberikan pesan bahwa pendidikan Madrasah Diniyah tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.

Ada bakat, kreativitas, kecerdasan, ketangkasan dan potensi besar santri yang perlu ditemukan dan diberikan ruang untuk berkembang.

Arena PORSADIN mengajarkan kepada santri tentang keberanian tampil, kesiapan menerima kemenangan maupun kekalahan, menghargai lawan, menjaga akhlak, serta membangun persahabatan dengan sesama santri.

Inilah nilai penting di balik kompetisi.

Piala adalah penghargaan, tetapi karakter dan pengalaman adalah kemenangan yang jauh lebih besar.

Dari PORSADIN VII Kota Blitar, santri-santri terbaik mulai melangkah. Selanjutnya, mereka bersiap membawa kebanggaan Kota Blitar menuju PORSADIN VII Jawa Timur 2026 di Kabupaten Lumajang.

Siap bertanding, raih prestasi, bawa nama baik Diniyah. Dari Kota Blitar menuju Lumajang, santri Madrasah Diniyah bersiap memberikan prestasi terbaik untuk Jawa Timur.


INFORMASI KEGIATAN

Kegiatan: PORSADIN VII Tingkat Kota Blitar
Hari/Tanggal: Ahad, 26 Juli 2026
Tempat: PP. Nurul Ulum
Alamat: Jl. Ciliwung No. 56, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar
Penyelenggara: DPC FKDT Kota Blitar
Agenda Lanjutan: PORSADIN VII Provinsi Jawa Timur, 25–27 September 2026 di Kabupaten Lumajang.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

About

FKDT Jawa Timur menempatkan pendidikan Diniyah sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan moral generasi penerus. Kami berkomitmen untuk terus bergerak dinamis dalam mencetak santri yang memiliki dualitas keunggulan: cerdas secara intelektual dan anggun dalam akhlak.

Komitmen ini selaras dengan amanat Sistem Pendidikan Nasional untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yakni generasi yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni namun tetap berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan (IMTAK). Dengan demikian, lahirnya generasi yang intelek, bermoral, dan berkarakter bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan sejarah yang kita upayakan bersama

Categories

Tags

Gallery