0
45

Piala Berigilir Walikota Malang Bagi Juara Umum

KOTA MALANG — Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Kota Malang berlangsung dengan penuh semangat dan gegap gempita di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh pada Senin (15/6/2026). Ajang ini menjadi salah satu bukti maraknya kegiatan pembinaan madrasah diniyah di Jawa Timur, di mana hampir setiap pekan terdapat tiga hingga empat kabupaten atau kota yang menyelenggarakan kegiatan serupa.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, yang hadir dalam pembukaan menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan penyelenggara.

“Semoga seluruh rangkaian PORSADIN VII Kota Malang berjalan lancar. Yang paling penting adalah tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga tali persaudaraan antar peserta,” ujar Trio Agus.

Ia menekankan bahwa PORSADIN bukan hanya ajang kompetisi untuk meraih kemenangan, melainkan ruang penting dalam pembentukan karakter santri. Menurutnya, melalui kegiatan ini para peserta belajar untuk saling menghormati, bekerja sama, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

“Melalui kompetisi yang sehat, para peserta tidak hanya belajar berprestasi, tetapi juga membangun karakter yang kuat dan berintegritas. Nilai-nilai tersebut sangat penting ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” jelasnya.

Trio Agus menilai bahwa kebangkitan dan maraknya kegiatan madrasah diniyah di Jawa Timur, termasuk PORSADIN di Kota Malang, memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan karakter generasi muda. Ia menyebut bahwa selain mengasah kemampuan olahraga dan seni, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah antar lembaga diniyah.

PORSADIN VII Kota Malang diikuti oleh peserta dari berbagai madrasah diniyah di Kota Malang yang akan berkompetisi dalam cabang olahraga dan seni. Ajang ini sekaligus menjadi momentum untuk menggali potensi, bakat, dan kreativitas santri yang berkembang di lingkungan pendidikan keagamaan.

Selain sebagai arena kompetisi, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antarlembaga diniyah. Interaksi yang terbangun selama PORSADIN diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan di kalangan peserta dan pembina.

“Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas yang terus dijaga, PORSADIN VII Kota Malang diharapkan mampu melahirkan santri-santri berprestasi sekaligus memperkuat nilai persaudaraan yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkas Trio Agus.

,


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

About

FKDT Jawa Timur menempatkan pendidikan Diniyah sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan moral generasi penerus. Kami berkomitmen untuk terus bergerak dinamis dalam mencetak santri yang memiliki dualitas keunggulan: cerdas secara intelektual dan anggun dalam akhlak.

Komitmen ini selaras dengan amanat Sistem Pendidikan Nasional untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yakni generasi yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni namun tetap berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan (IMTAK). Dengan demikian, lahirnya generasi yang intelek, bermoral, dan berkarakter bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan sejarah yang kita upayakan bersama

Categories

Tags

Gallery