0
21

Perkuat Sinergitas dengan Kemenag, FKDT Kabupaten Gresik Gelar Monitoring Ujian Bersama Madin Takmiliyah

GRESIK, FKDT Jatim News – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Gresik bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik menggelar aksi monitoring bersama pelaksanaan Ujian Bersama Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin) di sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik.

Langkah kolaboratif ini menegaskan komitmen kedua instansi dalam menjaga mutu pendidikan, sekaligus memastikan akuntabilitas tata kelola lembaga pendidikan keagamaan non-formal di era modern.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Ketua DPC FKDT Kabupaten Gresik, KH. Bashori Khotim, mendampingi jajaran tim monitoring dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.

Dua Klaster Ujian Bersama di Jawa Timur

Pelaksanaan Ujian Bersama Madin Takmiliyah di tingkat wilayah memiliki keunikan tersendiri. Di Jawa Timur, pelaksanaan ujian ini dibagi menjadi dua gelombang atau dua klaster besar untuk mengakomodasi karakteristik pondok pesantren dan madrasah yang beragam.

Klaster pertama adalah periode yang berbasis kalender hijriah, di mana tahun ajaran dan ujiannya berlangsung mulai dari bulan Syawal hingga bulan Sya’ban. Sementara itu, klaster kedua mengadopsi sistem penanggalan kalender masehi (Juni hingga Juni), yang berjalan selaras dengan tahun pelajaran sekolah formal. Untuk Kabupaten Gresik sendiri, seluruh Madin Takmiliyah menyepakati masuk ke dalam klaster kedua, yakni mengikuti ritme dan kalender akademik sekolah formal.

Benteng Karakter dan Etika Pemimpin Masa Depan

Di sela-sela memantau jalannya ujian, KH. Bashori Khotim menegaskan bahwa keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki posisi yang kian krusial di era digital dan disrupsi saat ini. Madin bukan sekadar tempat mengaji tradisional, melainkan laboratorium utama penanaman nilai-nilai moral.

“Tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini sangat kompleks. Di sinilah Madin hadir sebagai benteng. Kita tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi yang paling utama adalah membentuk karakter, moral, dan etika calon pemimpin bangsa,” ujar KH. Bashori Khotim saat diwawancarai media.

Beliau menambahkan, pemimpin masa depan tidak cukup hanya memiliki kecakapan manajerial atau teknologi, tetapi harus dibekali fondasi spiritual yang kokoh agar mampu menakhodai bangsa dengan amanah.

Sinergitas Solid FKDT – Kemenag: Dari Regulasi hingga EMIS

Terkait keterlibatan Kementerian Agama dalam monitoring ini, KH. Bashori Khotim menjelaskan bahwa sinergi antara FKDT dan Kemenag di tingkat kabupaten/kota adalah sebuah keharusan yang mutlak. Hubungan kerja sama yang solid ini merupakan kunci keberhasilan pengelolaan pendidikan keagamaan.

“Kemenag adalah pembina regulasi kami. Sinergitas yang terbangun erat di Kabupaten Gresik ini adalah wujud nyata bagaimana ulama dan umara (pemerintah) berjalan beriringan. Tugas Kemenag dalam melakukan pembinaan dan memastikan akuntabilitas lembaga—salah satunya melalui validasi data EMIS (Education Management Information System) serta pemutakhiran izin operasional—akan selalu disokong penuh (disupport balik) oleh FKDT,” jelasnya.

Dengan data EMIS yang valid dan tersinkronisasi berkat pengawalan langsung oleh jajaran FKDT, maka akuntabilitas kelembagaan Madin di mata negara menjadi semakin kuat, kredibel, dan tepercaya.

Wujud Akuntabilitas Anggaran Program BPPDGS

Monitoring bersama ini juga menjadi momentum penting bagi FKDT Gresik untuk menunjukkan transparansi dan tanggung jawab publik. Sebagaimana diketahui, Madin di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Gresik, telah mendapatkan perhatian dan dukungan anggaran yang luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten melalui program BPPDGS (Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta).

Pelaksanaan ujian yang tertib, terpantau, dan terdata dengan baik melalui instrumen monitoring ini merupakan bukti konkret bahwa stimulus anggaran dari pemerintah daerah telah dikelola secara bertanggung jawab dan berdampak langsung pada peningkatan mutu serta eksistensi madrasah.

Melalui sinergi yang harmonis antara FKDT, Kementerian Agama, dan dukungan pembiayaan dari Pemprov Jatim serta Pemkab Gresik, Madin Takmiliyah diharapkan dapat terus eksis, berdaulat, dan konsisten melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah. (Red)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

About

FKDT Jawa Timur menempatkan pendidikan Diniyah sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan moral generasi penerus. Kami berkomitmen untuk terus bergerak dinamis dalam mencetak santri yang memiliki dualitas keunggulan: cerdas secara intelektual dan anggun dalam akhlak.

Komitmen ini selaras dengan amanat Sistem Pendidikan Nasional untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yakni generasi yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni namun tetap berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan (IMTAK). Dengan demikian, lahirnya generasi yang intelek, bermoral, dan berkarakter bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan sejarah yang kita upayakan bersama

Categories

Tags

Gallery