0
58

Matangkan Persiapan Porsadin Jatim 2026, Panitia Gelar Koordinasi Intensif Bersama Dispora Lumajang

LUMAJANG – Menyongsong perhelatan akbar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026, jajaran panitia pelaksana mulai tancap gas. Bertempat di Cafe Sarujana, suasana akrab namun serius mewarnai pertemuan koordinasi antara Ketua Panitia Porsadin Jatim dengan jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lumajang, Selasa (14/04/2026).
Hadir langsung dalam pertemuan tersebut, Kepala Dispora Kabupaten Lumajang, Bapak Zainul Rofiq, S.Sos. didampingi oleh Kabid Olahraga, Bapak Rofiq. Kehadiran pimpinan dinas terkait ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap suksesnya penyelenggaraan Porsadin yang akan dipusatkan di Lumajang.

Sinergi Lintas Sektor

Ketua Panitia Porsadin Jatim, Gus Nawawi, menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah krusial untuk menyelaraskan teknis pelaksanaan, terutama mengenai penggunaan fasilitas olahraga dan integrasi kegiatan dengan program daerah, terutama agenda penyambutan seluruh kafilah porsadin se Jawa Timur sekaligus opening ceremoninya.

“Kami ingin memastikan bahwa Lumajang tidak hanya menjadi tuan rumah yang ramah, tetapi juga profesional dalam penyelenggaraan. Sinergi dengan Dispora adalah kunci utama dalam menyiapkan sarana prasarana bagi para santri se-Jawa Timur nanti,” ujar Gus Dok di sela-sela diskusi.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Kadispora Lumajang, Bapak Zainul Rofiq, menyambut positif rencana besar ini. Beliau menyatakan siap berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi kebutuhan porsadin, terutama terkait venue pertandingan yang representatif.
“sebagai tuan rumah Porsadin Jatim 2026 kami akan memaksimalkan penyambutan yang terbaik sekaligus memajukan olahraga di kalangan santri,” tegas Zainul Rofiq.

Kehadiran Tokoh Kunci

Pertemuan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di balik layar suksesnya kegiatan ini, di antaranya , Cak Nas: Ketua DPC FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) Lumajang yang bertindak sebagai motor penggerak lokal.Gus Balya dan Gus Arifin: Anggota kepanitiaan yang turut memberikan masukan strategis terkait manajemen lapangan. Diskusi yang berlangsung sembari menikmati suasana santai di Cafe Saujana ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan awal, termasuk pemetaan lokasi pertandingan dan jadwal koordinasi lanjutan yang akan melibatkan instansi terkait lainnya.
Porsadin Jatim 2026 diharapkan dapat menjadi ajang unjuk bakat bagi ribuan santri Diniyah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi kreatif di Kabupaten Lumajang melalui sektor sport tourism

“Pada acara pembukaan nanti seluruh kafilah se Jatim akan disambut dengan kolaborasi sholawat 1000 rebana dan nadhom aqidatul awam kolosal dan tarian khas Lumajang, pokoknya kita akan menampilkan karya seni represaentasi lokal wisdom-nya lumajang bercirikan santri yang menarik dan yang pasti unik lah” ujar Cak Nas

Cak Nas Menambahkan “kita patut berterimakasih kepada Bupati Bunda Indah yang sangat mensupport kegiatan santri, kegiatan pesantren, madarasah diniyah, guru ngaji marbot masjid. kita apresiasi-lah apa yang sudah dicanangkan pemkab lumajang “

Hal senada juga disampaikan oleh Gus Dok (sapaan Gus Nawawi) “dulu ketika saya masih ketua FKDT, kakak Beliau, pak Syahrazad Masdar punya kepedulian pada pendidikan keagamaan yang tinggi, beliau dulu me- backup penuh kegiatan Pospeda ( Pekan Olahraga Santri dan Seni Pondok Pesantren), beliau langsung menyiapkan dana sharing untuk Guru Madin (BPPDGS) sementara daerah yang lain masih banyak pertimbangan, tapi al marhum Pak Masdar langsung tancap Gas, kita apresiasi-lah beliau semoga, amalnyadi terima oleh Allah “

Program Pemkab Lumajang dalam kepemimpinan Bunda indah diantaranya adalah :Program Insentif Guru Madin dan Pengabdi Agama,Bunda Indah secara konsisten mempertahankan dan menyempurnakan program insentif bagi para pendidik moralitas di garda terdepan. Target Penerima program ini mencakup ribuan Guru Ngaji, Guru Madrasah Diniyah (Madin), serta Guru Sekolah Minggu dan Guru Pasraman (lintas agama). Besaran Insentif: Pada tahun anggaran 2025/2026, dialokasikan sebesar Rp1.200.000Rp1.800.000 per orang untuk guru ngaji dan marbot, serta nilai yang proporsional bagi guru agama non-Muslim.

Meskipun ada efisiensi anggaran daerah, Bunda Indah menegaskan bahwa insentif ini adalah prioritas yang tidak boleh dihapus karena peran mereka dalam membentuk karakter generasi muda.

Kedua, Jaminan Sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan langkah progresif yang memberikan ketenangan bagi para pengabdi agama. Pemkab Lumajang mendaftarkan ribuan guru ngaji dan pengabdi agama ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Tujuan: Memberikan jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian, sebagai pengakuan bahwa mereka adalah pekerja informal yang layak mendapatkan hak jaminan sosial negara.

Ketiga, Insentif untuk Marbot Masjid. Bunda Indah memperluas cakupan penerima bantuan keagamaan kepada para Marbot Masjid. Kebijakan ini diambil karena peran mereka yang sangat penting dalam menjaga operasional tempat ibadah sebagai pusat pendidikan karakter informal, namun sebelumnya sering kali luput dari perhatian pemerintah.

Keempat, Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budi Pekerti. salah satu agenda penting yang juga sedang di rancang oleh Bupati Lumajang atas usulan berbagai tokoh utamanya, Gus Dok mantan arsitek Perda Madin Lumajang, adalah Ekosistem Pendidikan Pentahelix sebagai implementasi Perda Madin dan Kurikulum Nasioanal dengan pendekatan Deep Learning. yang insyaallah akan segera di publikasikan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

About

FKDT Jawa Timur menempatkan pendidikan Diniyah sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan moral generasi penerus. Kami berkomitmen untuk terus bergerak dinamis dalam mencetak santri yang memiliki dualitas keunggulan: cerdas secara intelektual dan anggun dalam akhlak.

Komitmen ini selaras dengan amanat Sistem Pendidikan Nasional untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yakni generasi yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni namun tetap berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan (IMTAK). Dengan demikian, lahirnya generasi yang intelek, bermoral, dan berkarakter bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan sejarah yang kita upayakan bersama

Categories

Tags

Gallery