0
36

BANYUWANGI — Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, menjadi tuan rumah pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Kabupaten Banyuwangi 2026 pada Ahad (28/6/2026).

Acara berlangsung meriah dengan penuh semangat dari ratusan santri dan pengurus lembaga diniyah se-Banyuwangi. Suasana kompetitif namun tetap penuh kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan di lingkungan pesantren.

Pembukaan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat. Ia mengungkapkan rasa syukur karena PORSADIN tahun ini terasa lebih hidup dan meriah.

“Alhamdulillah, ini pertama kalinya selama saya bertugas di Banyuwangi menyaksikan PORSADIN yang begitu meriah. Ini menjadi bukti semangat dan kekompakan lembaga-lembaga diniyah di Banyuwangi,” ujar Chaironi Hidayat.

Ia menegaskan bahwa PORSADIN merupakan wadah strategis untuk mengasah bakat santri, mempererat ukhuwah, serta membuktikan bahwa santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga sehat, kreatif, dan berprestasi.

Ketua DPC FKDT Kabupaten Banyuwangi, Gus Aan (sapaan akrab KH. Ahmad Masruhan Hamidi, S.E.I, menegaskan bahwa PORSADIN Banyuwangi 2026 ini menjadi persiapan serius bagi santri dan lembaga diniyah di Banyuwangi untuk menghadapi PORSADIN tingkat Jawa Timur ke-7 yang akan digelar di Kabupaten Lumajang.

“PORSADIN di tingkat kabupaten ini kami jadikan sebagai ajang persiapan yang serius. Santri harus sudah terbiasa dengan suasana kompetisi, memiliki mental yang kuat, dan tetap menjaga adab serta sportivitas. Semua itu akan sangat dibutuhkan ketika nanti bertarung di PORSADIN Jawa Timur di Lumajang,” kata Gus Aan.

Menurut Gus Aan, kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara tingkat kabupaten, tetapi juga menjadi filter dan proses pembinaan agar santri Banyuwangi siap bersaing di level yang lebih tinggi dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman.

Chaironi Hidayat berpesan kepada para peserta agar bertanding secara sportif dan menampilkan kemampuan terbaiknya. Ia juga mengajak para pembina untuk mendampingi dengan penuh keikhlasan, serta meminta dewan juri memberikan penilaian secara objektif dan adil.

PORSADIN Banyuwangi 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan ini diharapkan dapat melahirkan santri-santri unggul yang siap mewakili Banyuwangi di ajang PORSADIN Jawa Timur ke-7 di Lumajang.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

About

FKDT Jawa Timur menempatkan pendidikan Diniyah sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan moral generasi penerus. Kami berkomitmen untuk terus bergerak dinamis dalam mencetak santri yang memiliki dualitas keunggulan: cerdas secara intelektual dan anggun dalam akhlak.

Komitmen ini selaras dengan amanat Sistem Pendidikan Nasional untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yakni generasi yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni namun tetap berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan (IMTAK). Dengan demikian, lahirnya generasi yang intelek, bermoral, dan berkarakter bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan sejarah yang kita upayakan bersama

Categories

Tags

Gallery