0
29

Matangkan Porsadin Jatim 2026: Panitia dan Dispora Lumajang Siapkan Venue Olahraga hingga Kompetisi Defile Kontingen

LUMAJANG – Persiapan Kabupaten Lumajang sebagai tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Tingkat Jawa Timur terus dikebut. Ajang bergengsi yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026 ini dipastikan akan berjalan meriah dengan berbagai inovasi acara.

Sebagai tindak lanjut dari petunjuk Bupati Lumajang beberapa waktu lalu, Panitia Pelaksana menggelar pertemuan koordinasi teknis dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lumajang, hari ini.

Rombongan panitia dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, Dr. Nawawi (Gus Dok), didampingi Wakil Ketua Ustad Swanderi dan Gus Soleh. Mereka disambut hangat oleh Kepala Bidang (Kabid) Keolahragaan Dispora Lumajang, Moh. Rofik, beserta stafnya, Mas Fitra.

Pertemuan strategis ini membahas dua agenda besar: pematangan teknis cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan dan konsep acara pembukaan yang menyertakan penilaian juara defile.

Sinergi Lintas Sektoral dan Pembagian Tugas

Dr. Nawawi atau akrab disapa Gus Dok, yang juga senior pengurus FKDT Jawa Timur, menegaskan bahwa manajemen persiapan dilakukan dengan pembagian tugas yang spesifik agar lebih efektif.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, kami ingin kerja taktis. Untuk urusan teknis keolahragaan, kami berkoordinasi penuh dengan Dispora. Sedangkan untuk bidang seni, nanti akan kami koordinasikan dengan Kabag Kesra. Hari ini kami fokus ‘belanja masalah’ dan solusi teknis olahraga serta alur acara dengan Pak Kabid Rofik,” ujar Gus Dok.

Siapkan Venue 3 Cabor Unggulan: Awaliyah dan Wustha

Dalam pembahasan teknis, panitia dan Dispora menyepakati penyiapan sarana untuk tiga cabang olahraga utama yang akan diikuti oleh santri putra dan putri dari jenjang Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan Diniyah Takmiliyah Wustha (DTW).

Ketiga cabang olahraga tersebut adalah:

  1. Tenis Meja (Tunggal Putra & Putri).
  2. Bulutangkis (Tunggal Putra & Putri).
  3. Atletik Lari Sprint 100 Meter.

Kabid Keolahragaan Dispora, Moh. Rofik, menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi kebutuhan venue standar kompetisi.

“Prinsipnya Dispora siap mem-back up penuh. Untuk lari sprint 100 meter, kami siapkan lintasan yang representatif. Sementara untuk tenis meja dan bulutangkis, kami siapkan GOR dengan fasilitas pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik agar atlet santri bisa bertanding maksimal,” jelas Rofik.

Terobosan Baru: Lomba Defile Kontingen

Selain sisi olahraga, pertemuan ini juga menelurkan konsep acara pembukaan yang lebih atraktif. Panitia dan Dispora sepakat untuk mengadakan Penilaian Juara Defile bagi masing-masing kontingen Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Wakil Ketua Panitia, Ustad Swanderi, menjelaskan bahwa defile nanti bukan sekadar parade lewat, melainkan kompetisi kreativitas yang akan dinilai oleh juri.

“Ini akan jadi penyemangat bagi daerah. Defile masing-masing kabupaten/kota akan dinilai dan diambil juara. Karena itu, tadi kami diskusi intens dengan Mas Fitra dan Pak Kabid soal teknis di lapangan. Bagaimana mengatur ribuan peserta agar alur defilenya rapi, tidak menumpuk, tapi tetap bisa tampil maksimal di depan panggung kehormatan untuk dinilai,” ungkap Swanderi.

Dengan persiapan yang matang antara Panitia FKDT dan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dispora, diharapkan Porsadin Jatim 2026 mampu menjadi barometer kesuksesan penyelenggaraan event santri di Jawa Timur.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

About

FKDT Jawa Timur menempatkan pendidikan Diniyah sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan moral generasi penerus. Kami berkomitmen untuk terus bergerak dinamis dalam mencetak santri yang memiliki dualitas keunggulan: cerdas secara intelektual dan anggun dalam akhlak.

Komitmen ini selaras dengan amanat Sistem Pendidikan Nasional untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yakni generasi yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni namun tetap berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan (IMTAK). Dengan demikian, lahirnya generasi yang intelek, bermoral, dan berkarakter bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan sejarah yang kita upayakan bersama

Categories

Recent Posts

Tags

Gallery