
Menuju PORSADIN VII Jatim 2026: Gus Dok dan Gus Sulton Rancang Sistem Digital Anti-Manipulasi
Menuju PORSADIN VII Jatim 2026: Gus Dok dan Gus Sulton Rancang Sistem Digital Anti-Manipulasi
LUMAJANG – Meski Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII tingkat Provinsi Jawa Timur baru akan digelar pada 25-27 September 2026 di Kabupaten Lumajang, pihak panitia telah melakukan lompatan besar. Inovasi digital disiapkan sejak dini untuk memastikan perhelatan dua tahunan ini menjadi yang paling transparan dan akuntabel dalam sejarah FKDT Jatim.
Ketua Panitia PORSADIN VII Jatim, Dr. Nawawi (Gus Dok), menegaskan bahwa rancangan sistem digital ini bukan sekadar alat bantu, melainkan komitmen untuk menjaga integritas santri dan lembaga. Dalam proyek besar ini, Gus Dok menggandeng Gus Sulton, sosok muda ahli IT asal Kabupaten Pasuruan.
Revolusi Administrasi: Cetak Mandiri & Tanpa Antrean
Salah satu poin utama dalam rancangan ini adalah efisiensi birokrasi bagi kontingen dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
- Akses Operator: Operator kabupaten nantinya akan mendaftar langsung melalui portal web FKDT Jatim.
- Cetak ID & Sertifikat: Kontingen tidak perlu lagi mengantre fisik untuk mengambil atribut. Operator dapat mencetak ID card peserta, sertifikat keikutsertaan, hingga sertifikat juara secara mandiri dari daerah asal.
Sistem Penjurian Real-Time untuk Transparansi Publik
Gus Sulton, sang arsitek sistem, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan September 2026 nanti, tim juri akan dibekali aplikasi khusus. “Rancangan kami adalah input data real-time. Begitu juri memasukkan nilai di lokasi lomba, data langsung terkunci dan terkirim ke server pusat. Keluarga peserta dan masyarakat umum bisa memantau pergerakan skor dan posisi juara umum detik demi detik melalui gawai mereka,” jelas Gus Sulton.
Sistem ini dirancang sangat ketat untuk meminimalisir risiko manipulasi nilai, sehingga juara yang dihasilkan benar-benar murni berdasarkan kualitas penampilan santri di lapangan.
Porsadin 2026: Jembatan Menuju Big Data Madin Jatim
Lebih jauh lagi, kolaborasi Gus Dok dan Gus Sulton ini ternyata memiliki visi jangka panjang. Momentum PORSADIN VII di Lumajang dijadikan langkah awal atau pilot project pendataan skala besar.
“PORSADIN 2026 adalah langkah awal. Saat ini kami juga sedang merancang aplikasi sistem pendataan terpadu untuk santri, ustadz, dan lembaga pendidikan keagamaan di tingkat Jawa Timur. Tujuannya agar data kita satu pintu, akuntabel, dan memudahkan segala urusan administrasi ke depan,” ungkap Gus Dok.
Senada dengan Gus Dok, Gus Sulton menambahkan bahwa masih banyak inovasi yang tengah digagas keduanya. “Kami ingin membangun ekosistem digital yang kuat bagi Madin. Porsadin di Lumajang nanti akan menjadi bukti nyata bahwa teknologi bisa memperkuat nilai-nilai kejujuran di lingkungan pesantren dan madrasah,” tutupnya.
link dalam kediatan porsadin https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScQRUJpJ0pFdtGff5NAtVY9gsqngON1ODkjSHQsBS16VVJ5bw/viewform?usp=send_form














2 tanggapan untuk “Berita Porsadin”
Mantab…gus doktor…
Sukses porsadin 7
Perdana digitalisasi porsadin 7