
Menuju Kemandirian Ekonomi, FKDT Jatim Jajaki Kerjasama Strategis Produksi Air Mineral “Al Madinah”
MOJOKERTO – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jawa Timur mengambil langkah strategis dalam upaya pengembangan ekonomi organisasi. Wakil Ketua FKDT Jawa Timur, Dr. Nawawi, menggelar pertemuan penting dengan Mas Cahyo, pemegang hak pengelolaan sumber air Jolotundo, guna merancang kerjasama produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang rencananya akan dilabeli dengan nama “Al Madinah FKDT”.
Pertemuan ini menjadi tonggak awal (diskusi penjajakan) untuk membangun jaringan bisnis Business-to-Business (B2B) yang solid, dengan tujuan utama menopang kesejahteraan para kepala Madrasah Diniyah (Madin), pengurus FKDT, serta pengembangan organisasi secara berkelanjutan.
Langkah Awal Membangun Kesepahaman
Menanggapi pertemuan ini, Gus Mahin (Tokoh FKDT Jatim) memberikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa pertemuan antara Dr. Nawawi dan pihak pengelola Jolotundo merupakan langkah inisiasi yang positif, namun masih dalam tahap awal.
“Ini adalah langkah awal diskusi untuk mencari kesepahaman (frekuensi) dan memetakan potensi. Kita belum sampai pada tahap pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh pengurus harian atau pleno. Prinsipnya, kita menjajaki dulu peluangnya, menghitung kelayakannya, baru nanti kita bawa ke forum yang lebih besar untuk dimusyawarahkan bersama,” terang Gus Mahin saat diwawancarai.
Ia menambahkan bahwa kehati-hatian dalam tahap perencanaan ini penting agar kerjasama yang terbangun nantinya benar-benar matang dan tidak menyalahi aturan organisasi.
Sinergi dengan Sumber Legendaris
Dalam pertemuan tersebut, diskusi teknis berjalan hangat. Mas Cahyo selaku pengelola air Jolotundo menyambut baik tawaran sinergi ini. Kualitas air Jolotundo yang sudah dikenal luas masyarakat diyakini akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi produk “Al Madinah FKDT” nantinya. Mas Cahyo menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam skema profesional untuk mendukung kemandirian lembaga diniyah.
Membangun “Public Trust” dan Profesionalitas
Sementara itu, dalam wawancara khusus dengan Tim Media FKDT Jatim, Dr. Nawawi menekankan bahwa inisiasi ini memiliki misi yang lebih besar dari sekadar mencari keuntungan materi. Menurutnya, ini adalah ajakan terbuka bagi seluruh pengurus FKDT di berbagai tingkatan untuk mulai membangun kepercayaan publik (public trust).
“Bisnis ini harus dikelola secara profesional. Jangan karena ini milik organisasi lantas dikelola seadanya. Justru karena ini membawa nama FKDT, standar manajemennya harus tinggi,” tegas Dr. Nawawi.
Ia menambahkan, jika potensi ini dikelola dengan manajemen yang baik dan transparan, “Al Madinah FKDT” akan menjadi aset luar biasa bagi organisasi. Keberhasilan proyek ini nantinya dapat menjadi pintu masuk bagi kerjasama-kerjasama lanjutan di sektor lain.
Ustadz Madin Berinovasi
Menutup wawancaranya, Dr. Nawawi melontarkan kalimat motivasi yang kuat bagi seluruh elemen Madrasah Diniyah di Jawa Timur.
“Mari kita tunjukkan bahwa Ustadz Madin tidak hanya pandai mengajar mengaji, tetapi juga mampu membangun trust publik, berinovasi, dan mengembangkan perekonomian. Kita buktikan bahwa kita bisa mandiri dan berdaya saing,” pungkas Dr. Nawawi dengan optimis.
Rencana produksi air mineral “Al Madinah FKDT” ini diharapkan menjadi pilot project percontohan bagaimana organisasi keagamaan mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi umat yang nyata, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai benteng pendidikan moral bangsa.
Penulis : TIM MEDIA FKDT JATIM












